Nama : Ana Sopiatul
Ulum
NPM : 411119099
Kelas : 1c-Analis
kesehatan
Dosen Pengampu : Ibu
Ningrum
(S.O.P)
Pemeriksaan Glukosa 2 jam pp
Devinisi
:
Pemeriksaan
gula darah 2 jam post puasa (GD 2jam PP) adalah tindakan untuk mengetahui hasil
gula darah pasien 2 jam setelah pasien makan setelah sebelumnya pasien puasa
minimal 8-10 jam.
Tujuan :
Tes toleransi glukosa atau tes gula darah bertujuan
untuk mengukur sejauh mana kemampuan tubuh dapat memproses glukosa setelah
mengonsumsi gula dalam jumlah tertentu juga dilakukan untuk mendeteksi
diabetes atau tidak.
Prinsip/Dasat teori :
Penggunaan glukosa
dalam darah dipengaruhi oleh hormon insulin. Jika terjadi masalah pada hormon
insulin seperti pada penyakit diabetes, tentunya akan memengaruhi kadar glukosa
dalam darah. Kadar gula darah tinggi dapat mengindikasikan diabetes. Tes
toleransi glukosa dilakukan untuk mendeteksi diabetes atau tidak. Glukosa 2 jam
postprandial atau glukosa 2 jam PP adalah tes glukosa yang dilakukan setelah
tes glukosa darah puasa. Sebelum
melakukan tes glukosa darah puasa, seseorang diharuskan untuk berpuasa selama 8
hingga 12 jam. Setelah tes gula darah puasa dilakukan, Anda akan diberikan
minuman dengan kandungan glukosa sirup dengan kandungan 75 gram gula. Tes
glukosa 2 jam PP akan dilakukan 2 jam setelah konsumsi minuman tersebut. Gula
darah akan meningkat setelah konsumsi makanan atau minuman tertentu. Gula darah
tertinggi mungkin akan ditemukan pada saat satu jam setelah makan. Namun gula
darah seharusnya sudah kembali normal pada saat dua jam setelah makan. Maka
dari itu, tes kembali dilakukan dua jam setelah makan sehingga disebut dengan
tes glukosa 2 jam PP. Jika ditemukan gula darah tidak kembali normal,
maka terdapat kemungkinan Anda terkena diabetes. berikut kriteria pengendalian
DM berdasarkan level glukosa darah 2 jam :
Ø Baik
: 80-144 mg/dL
Ø Sedang
: 145-179 mg/dL
Ø
Buruk : 180 mg/dL
Pra Analitik :
Pengambilan spesimen dilakukan 2 jam setelah
pembebanan glukosa setara dengan 75 gram glukosa. Sampel darahnya akan diambil
setelah pasien puasa 8 jam penuh,
Alat dan bahan:
- Mesin gluco test
- Strip stick GDS
- Jarum / lancet GDS
- Alkohol swab
- Perlak dan pengalas
Analitik :
Prosedure Tindakan
Pemeriksaan glukosa 2 jam pp :
- Cek order dokter.
- Cuci tangan dan gunakan sarung
tangan bersih.
- Lakukan kontrak / persetujuan
dengan pasien.
- Bawa alat ke dekat pasien.
- Pasang sampiran atau privasi.
- Papan perlak dan pengalas pada
bawah jari yang akan ditusuk.
- Nyalakan mesin Gluco Test dan
pastikan sudah menyala dengan baik, kemudian pasang strip stick GDS nya
secara benar dan pastikan sudah bergambar darah pada layar.
- Lakukan pemilihan jari untuk
pemeriksaan GDS yaitu: jari telunjuk, jari tengah dan jari manis.
- Berikan / oleskan swab alkohol
pada jari yang akan ditusuk.
- Tusuk ujung jari pasien secara
hati-hati.
- Tekan daerah sekitar tusukan
dengan jari kita agar darah keluar, pastikan darah keluar secukupnya.
- Tempelkan ujung stick GDS pada
mesin Gluco test ke darah pasien.
- Setelah cukup tunggulah
beberapa detik untuk melihat hasilnya pada layar.
- Setelah hasil keluar catatlah
pada lembar cetatan perawat / petugas laboratorium,
Pasien diharuskan untuk menunggu selama 2 jam di tempat
pemeriksaan tersebut. Setelah dua jam, petugas akan kembali mengambil sampel
darah dengan cara yang sama seperti cara pertama. Kemudian darah akan diperiksa
untuk mengetahui kadar glukosa 2 jam PP.
Tahap Terminasi:
- Cuci tangan dengan prinsip
bersih.
- Berpamitan dengan pasien.
- Laporkan hasil pemeriksaan pada
dokter yang meminta.
Unit Terkait:
- Laboratorium
- Instalasi Gawat Darurat
- Ruang rawat biasa dan intensive
Pasca Analitik:
Badan
Kesehatan Dunia atau WHO mendefinisikan hasil uji glukosa berikut:
Ø
Normal: 6,0 mmol/L atau lebih rendah
(di bawah 110 mg/dl)
Ø
Gangguan glukosa puasa: antara 6,1
dan 6,9 mmol/L (antara 110 mg/dl dan 125 mg/dl)
Ø
Diabetes: 7,0 mmol/L (126 mg/dl)
atau lebih. Gangguan glukosa puasa adalah bentuk pradiabetes.
Kesalahan
umum saat cek glukosa 2 jam pp
Pra Analitik:
1.
Habis makan langsung diambil sampel
2. Tidak
mengecek alat dan bahan terlebih dahulu, karena bisa jadi ada yang sudah
kadaluarsa
3. Salah
dalam mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan
4. Pasien
tidak puasa terlebih dahulu
Analitik:
1.
Tidak cuci tangan sebelum melakukan cek gula darah
2.
Darah yang diambil terlalu sedikit
3.
Menekan atau memencet jari terlalu keras
4.
Jumlah sampel darah yang diambil tidak tepat
5.
Menggunakan strip tes darah yang sudah kedaluwarsa
Pasca
Analitik:
1. Kesalahan dalam pemberian label
2. Salah dalam menuliskan hasil
sampel yang di dapat
3. Tidak memberikan hasil yang akurat
Resiko
yang mungkin terjadi terhadap keselamatan pasien dan cara mengatasinya :
Pra
Analitik
Resiko
yang akan terjadinya adalah hasil tidak akan akurat karena laboran tidak
memperhatikan alat dan bahan juga jadwal terakhir pasien makan dan jam
puasanya, hal ini bisa diatasi dengan cara laboran harus mengecek terlebih
dahulu alat dan bahan yang diperlukan lalu cek tanggal kadaluarsanya dan catat
terakhir pasien makan agar waktu pemeriksaannya pas atau sesusi dengan prosedur
dan laboran harus memahami SOP.
Analitik
Hasil
tidak akan akurat karena sampelnya hanya sedikit jadi hasil tidak terbaca
ketika di cek menggunakan strip tes darah, hal ini bisa diatasi dengan
pengulangan dalam pengambilan sampel.
Paska
Analitik
Ketika hasil tidak
akurat maka pasien akan mendapat kerugian, misalnya salah dalam penanganan
dokter dan salah dalam pemberian resep obat atau intruksi mengenai pola makan
dan yang lainnya. Hal ini bisa diatasi dengan cara memberikan perhatian kepada
laboran agar lebih teliti lagi atau mengecek ulang sampel.