Rabu, 01 Januari 2020

contoh SOP glukosa 2 jam pp


Nama : Ana Sopiatul Ulum
NPM : 411119099
Kelas : 1c-Analis kesehatan
Dosen Pengampu : Ibu Ningrum

(S.O.P) Pemeriksaan Glukosa 2 jam pp

Devinisi :

Pemeriksaan gula darah 2 jam post puasa (GD 2jam PP) adalah tindakan untuk mengetahui hasil gula darah pasien 2 jam setelah pasien makan setelah sebelumnya pasien puasa minimal 8-10 jam.

Tujuan :  
Tes toleransi glukosa atau tes gula darah bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan tubuh dapat memproses glukosa setelah mengonsumsi gula dalam jumlah tertentu juga dilakukan untuk mendeteksi diabetes atau tidak.
Prinsip/Dasat teori :
Penggunaan glukosa dalam darah dipengaruhi oleh hormon insulin. Jika terjadi masalah pada hormon insulin seperti pada penyakit diabetes, tentunya akan memengaruhi kadar glukosa dalam darah. Kadar gula darah tinggi dapat mengindikasikan diabetes. Tes toleransi glukosa dilakukan untuk mendeteksi diabetes atau tidak. Glukosa 2 jam postprandial atau glukosa 2 jam PP adalah tes glukosa yang dilakukan setelah tes glukosa darah puasa. Sebelum melakukan tes glukosa darah puasa, seseorang diharuskan untuk berpuasa selama 8 hingga 12 jam. Setelah tes gula darah puasa dilakukan, Anda akan diberikan minuman dengan kandungan glukosa sirup  dengan kandungan 75 gram gula. Tes glukosa 2 jam PP akan dilakukan 2 jam setelah konsumsi minuman tersebut. Gula darah akan meningkat setelah konsumsi makanan atau minuman tertentu. Gula darah tertinggi mungkin akan ditemukan pada saat satu jam setelah makan. Namun gula darah seharusnya sudah kembali normal pada saat dua jam setelah makan. Maka dari itu, tes kembali dilakukan dua jam setelah makan sehingga disebut dengan tes glukosa 2 jam PP.  Jika ditemukan gula darah tidak kembali normal, maka terdapat kemungkinan Anda terkena diabetes. berikut kriteria pengendalian DM berdasarkan level glukosa darah 2 jam :
Ø  Baik : 80-144 mg/dL
Ø  Sedang : 145-179 mg/dL
Ø  Buruk : 180 mg/dL

Pra Analitik :
Pengambilan spesimen dilakukan 2 jam setelah pembebanan glukosa setara dengan 75 gram glukosa. Sampel darahnya akan diambil setelah pasien puasa 8 jam penuh, 
Alat dan bahan:
  1. Mesin gluco test
  2. Strip stick GDS
  3. Jarum / lancet GDS
  4. Alkohol swab
  5. Perlak dan pengalas
Analitik :

Prosedure Tindakan Pemeriksaan glukosa 2 jam pp :
  1. Cek order dokter.
  2. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan bersih.
  3. Lakukan kontrak / persetujuan dengan pasien. 
  4. Bawa alat ke dekat pasien.
  5. Pasang sampiran atau privasi.
  6. Papan perlak dan pengalas pada bawah jari yang akan ditusuk.
  7. Nyalakan mesin Gluco Test dan pastikan sudah menyala dengan baik, kemudian pasang strip stick GDS nya secara benar dan pastikan sudah bergambar darah pada layar.
  8. Lakukan pemilihan jari untuk pemeriksaan GDS yaitu: jari telunjuk, jari tengah dan jari manis.
  9. Berikan / oleskan swab alkohol pada jari yang akan ditusuk.
  10. Tusuk ujung jari pasien secara hati-hati.
  11. Tekan daerah sekitar tusukan dengan jari kita agar darah keluar, pastikan darah keluar secukupnya.
  12. Tempelkan ujung stick GDS pada mesin Gluco test ke darah pasien.
  13. Setelah cukup tunggulah beberapa detik untuk melihat hasilnya pada layar.
  14. Setelah hasil keluar catatlah pada lembar cetatan perawat / petugas laboratorium,
Pasien diharuskan untuk menunggu selama 2 jam di tempat pemeriksaan tersebut. Setelah dua jam, petugas akan kembali mengambil sampel darah dengan cara yang sama seperti cara pertama. Kemudian darah akan diperiksa untuk mengetahui kadar glukosa 2 jam PP.

Tahap Terminasi:
  1. Cuci tangan dengan prinsip bersih.
  2. Berpamitan dengan pasien.
  3. Laporkan hasil pemeriksaan pada dokter yang meminta.
Unit Terkait:
  1. Laboratorium
  2. Instalasi Gawat Darurat
  3. Ruang rawat biasa dan intensive
Pasca Analitik:

Badan Kesehatan Dunia atau WHO mendefinisikan hasil uji glukosa berikut:
Ø  Normal: 6,0 mmol/L atau lebih rendah (di bawah 110 mg/dl)
Ø  Gangguan glukosa puasa: antara 6,1 dan 6,9 mmol/L (antara 110 mg/dl dan 125 mg/dl)
Ø  Diabetes: 7,0 mmol/L (126 mg/dl) atau lebih. Gangguan glukosa puasa adalah bentuk pradiabetes.

Kesalahan umum saat cek glukosa 2 jam pp

Pra Analitik:

1.     Habis makan langsung diambil sampel

2.     Tidak mengecek alat dan bahan terlebih dahulu, karena bisa jadi ada yang sudah kadaluarsa
3.     Salah dalam mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan
4.     Pasien tidak puasa terlebih dahulu

Analitik:

1.     Tidak cuci tangan sebelum melakukan cek gula darah

2.     Darah yang diambil terlalu sedikit

3.     Menekan atau memencet jari terlalu keras

4.     Jumlah sampel darah yang diambil tidak tepat

5.     Menggunakan strip tes darah yang sudah kedaluwarsa


Pasca Analitik: 
1.     Kesalahan dalam pemberian label
2.     Salah dalam menuliskan hasil sampel yang di dapat
3.     Tidak memberikan hasil yang akurat

Resiko yang mungkin terjadi terhadap keselamatan pasien dan cara mengatasinya :

Pra Analitik
            Resiko yang akan terjadinya adalah hasil tidak akan akurat karena laboran tidak memperhatikan alat dan bahan juga jadwal terakhir pasien makan dan jam puasanya, hal ini bisa diatasi dengan cara laboran harus mengecek terlebih dahulu alat dan bahan yang diperlukan lalu cek tanggal kadaluarsanya dan catat terakhir pasien makan agar waktu pemeriksaannya pas atau sesusi dengan prosedur dan laboran harus memahami SOP.

Analitik
            Hasil tidak akan akurat karena sampelnya hanya sedikit jadi hasil tidak terbaca ketika di cek menggunakan strip tes darah, hal ini bisa diatasi dengan pengulangan dalam pengambilan sampel.

Paska Analitik
            Ketika hasil tidak akurat maka pasien akan mendapat kerugian, misalnya salah dalam penanganan dokter dan salah dalam pemberian resep obat atau intruksi mengenai pola makan dan yang lainnya. Hal ini bisa diatasi dengan cara memberikan perhatian kepada laboran agar lebih teliti lagi atau mengecek ulang sampel.


9 komentar: